f3R1N4

Saturday, July 16, 2005

Indiana Chronicles: Blues

Indiana Chronicles: Blues
Clara Ng
312 hal
GPU (Cet. 2, Februari 2005)


Indiana Chronicles: Blues, merupakan buku kedua dari Clara Ng setelah ‘Tujuh Musim Setahun.’ Buku ini di’promosikan’ sebagai salah satu ChickLit Indonesia. Indiana Chronicles ini nantinya akan berupa suatu trilogy, dan Blues adalah bagian pertama dari trilogy itu.

Tokoh utama di buku ini adalah seorang perempuan bernama Indiana Lesmana. Seorang wanita muda yang mandiri, tapi penuh dengan masalah. Hari-hari yang dilalui selalu dirasa buruk oleh Indiana. Misalnya, rapat yang membosankan, mobil bernama Wang yang mogok, karir yang jalan di tempat, boss yang rada menyebalkan. Bahkan kehidupan percintaannya pun belum memberikan suatu kepuasan atau kebahagian sendiri bagi Indiana. Mungkin inilah gambaran dari sebagian perempuan metropolitan.

Punya kekasih yang tampan dan kaya ternyata tidak cukup bagi Indiana, bukan karena Indiana tergolong ‘cewek matre’, tapi karena Francis terlalu mengatur dan memaksa. Meskipun termasuk tipe pria romantis, Francis terlalu ‘tegas’ bagi Indiana, tidak pernah dia bertanya apa keinginan Indiana, selalu semua sudah ditetapkan oleh Francis. Ketika Francis melamarnya, Indiana bahagia, tapi dia harus berhadapan dulu dengan calon mertua yang ternyata suka mengatur dan ikut campur dalam urusan pribadi anaknya.

Sampai suatu ketika, Indiana ditugaskan ke Pontianak dan pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Pesawat itu jatuh di hutan di belantara Kalimantan. Sempet hampir terjebak, karena aku pikir Indiana Chronicles ini akan menceritakan tentang petualangan Indiana di hutan Kalimantan, tapi ternyata aku ‘tertipu’. Di sini Indiana bertemu dengan Charles, salah satu penumpang pesawat itu juga. Charles adalah pimpinan perusahaan besar di Jakarta. Mereka berdua membantu para korban lain di pesawat itu.

Pertemuan dengan Charles malah membuahkan masalah baru bagi Indiana. Ternyata Charles adalah orang penting yang seharusnya ditemui Indiana di Pontianak. Ketika bertemu di kantor Indiana, baru Indiana tahu siapa Charles sebenarnya. Buntutnya, Charles mengundang Indiana makan malam, dan Indiana harus berbohong pada Francis demi memenuhi undangan itu.

Acara makan malam menjadi mimpi buruk lain bagi Indiana. Indiana yang ngetop mendadak karena diberitakan di berbagai media setelah kecelakaan menjadi sasaran empuk infotainment di televisi. Gosip merebak tentang hubungan Charles dan Indiana yang menjadi berita utama di berbagai televisi. Akibatnya lagi, boss Indiana marah besar, dan memecat Indiana karena sudah terlibat masalah emosi dengan kliennya. Hubungannya dengan Francis pun memburuk.

Tapi, sisi baik dari ‘ketenaran’ mendadak, Indiana ditawari mengisi kolom tentang kehidupan wanita metropolitan di sebuah majalah wanita, Metro Women.

Mungkin membaca buku ini, kita tidak melihat perbedaan mendasar dari gambaran perempuan yang digambarkan dalam chicklit terjemahan. Malah mungkin terkesan ‘meniru’, tapi mungkin inilah gambaran perempuan metropolitan dengan masalah kesehariannya.

Fps.05.03.29


--------------------oOo--------------------

0 Comments:

Post a Comment

<< Home